ILMU SHALAWAT
Jika kita mencintai seseorang, salah satu tanda cinta itu adalah sering menyebut nama orang tersebut.
Begitu pula dengan cinta kita kepada Nabi Muhammad ﷺ. Guru-guru kita yang mulia selalu menganjurkan agar kita memperbanyak membaca shalawat:
اللهم صل على محمد
Pada hakikatnya, ketika kita membaca shalawat ini, bukan kita yang bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ secara langsung, tetapi kita memohon kepada Allah agar Allah bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Secara bahasa:
-
اللهم → "Ya Allah"
-
صل → "Bershalawatlah"
-
على محمد → "kepada Nabi Muhammad ﷺ"
Jadi maknanya: “Ya Allah, bershalawatlah Engkau kepada Nabi Muhammad ﷺ.”
Ketika berada di Madinah Munawwarah atau dalam kondisi ‘حال’ yang dekat dengan Nabi ﷺ, kita dianjurkan membaca:
صلى الله على محمد
Dengan menggunakan wazan fiil madhi (bentuk lampau), artinya: “Allah telah bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ” atau “Allah telah bershalawat kepadamu, wahai Nabi Muhammad ﷺ.”
Seperti firman Allah:
"إن الله وملائكته يصلون على النبي"
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi."
Oleh karena itu, kita juga diajarkan untuk:
-
Mengucap الحمد لله sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah.
-
Bershalawat kepada Nabi ﷺ dengan membaca اللهم صل على محمد sebagai bentuk rasa terima kasih dan cinta kita kepada Rasulullah ﷺ.
Dengan cara ini, kita meneladani cinta yang sempurna kepada Nabi ﷺ dan menguatkan hubungan hati kita dengan Allah dan Rasul-Nya.
Komentar
Posting Komentar